Hi Urbie’s! Minggu pagi biasanya menjadi waktu untuk olahraga, berburu sarapan, atau sekadar menikmati suasana Car Free Day (CFD) Jakarta tanpa harus berhadapan dengan lalu lintas kendaraan. Namun, pada Minggu, 20 September 2026, lebih dari 40 orang memilih menghabiskan pagi dengan aktivitas yang sedikit berbeda. Mereka berjalan dari kawasan Jalan M.H. Thamrin menuju Bundaran HI sambil memungut sampah yang ditemukan sepanjang perjalanan.
Aksi tersebut merupakan kegiatan plogging yang digelar Mercure Jakarta Cikini bersama Mercure Jakarta Sabang dan Warriors Action Nusantara dalam rangka memperingati World Cleanup Day (WCD) 2026.
Mengusung tema “From Heartist to City”, kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian karyawan Mercure terhadap kebersihan Jakarta sekaligus mengajak masyarakat melihat bahwa menjaga lingkungan tidak selalu membutuhkan aksi yang rumit.
Bukan Sekadar Jalan Pagi, Tapi Sambil Memungut Sampah
Plogging merupakan aktivitas yang menggabungkan olahraga ringan seperti berjalan atau jogging dengan kegiatan memungut sampah. Konsep ini membuat aktivitas menjaga kebersihan terasa lebih dekat dengan rutinitas sehari-hari.
Sejak pagi, para peserta sudah berkumpul di sekitar Jalan M.H. Thamrin. Setelah briefing singkat mengenai teknis kegiatan, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok dan mempersiapkan perlengkapan yang akan digunakan selama perjalanan.
Sarung tangan dan karung reusable dibagikan kepada peserta untuk menampung sampah yang ditemukan. Penggunaan karung yang dapat digunakan kembali menjadi salah satu bagian dari upaya penyelenggara mengurangi penggunaan kantong sampah sekali pakai.

Rute plogging kemudian dimulai dari titik kumpul menuju Bundaran HI, sebelum peserta kembali lagi ke titik awal. Sepanjang perjalanan, mata peserta tidak hanya tertuju pada suasana CFD, tetapi juga pada botol plastik dan sampah lain yang ditemukan di ruang publik.
Botol Plastik Jadi Perhatian Utama
Salah satu jenis sampah yang menjadi fokus dalam kegiatan ini adalah botol plastik. Pilihan tersebut tidak terlepas dari upaya meningkatkan kesadaran mengenai persoalan sampah plastik yang masih mudah ditemukan di ruang publik.
Beberapa kelompok peserta bahkan membawa poster dengan pesan edukatif. Mulai dari ajakan mengurangi penggunaan plastik, menjaga kebersihan lingkungan, hingga menerapkan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.
Pesannya sederhana, tetapi justru berada di ruang yang tepat.
Ketika poster tersebut dibawa melewati keramaian CFD, pesan mengenai lingkungan tidak hanya berhenti di antara para peserta kegiatan. Orang-orang yang sedang berjalan, berolahraga, atau menikmati akhir pekan di kawasan Thamrin juga dapat melihat ajakan tersebut.

“From Heartist to City” Dimulai dari Langkah Kecil
Lebih dari 40 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari Heartist Mercure Jakarta Cikini, Mercure Jakarta Sabang, Warriors Action Nusantara, serta peserta lainnya.
Bagi lingkungan Accor, karyawan dikenal dengan sebutan Heartist—sebuah istilah yang menggambarkan pendekatan hospitality yang menempatkan manusia dan interaksi sebagai bagian penting dari pengalaman.
Dalam konteks World Cleanup Day kali ini, semangat tersebut dibawa keluar dari area hotel dan masuk ke ruang publik Jakarta.
Yuni Manicha, General Manager Mercure Jakarta Cikini, yang hadir sebagai perwakilan General Manager dari kedua hotel, mengatakan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana.
“Sebagai Heartist, kami percaya bahwa hospitality bukan hanya tentang memberikan pelayanan terbaik kepada tamu, tetapi juga tentang bagaimana kami memberikan dampak positif bagi lingkungan dan komunitas di sekitar kami,” ujarnya.
Menurut Yuni, melalui semangat “From Heartist to City”, pihaknya ingin mengajak lebih banyak orang menjaga Jakarta, termasuk melalui kebiasaan mengurangi sampah plastik dan tidak membuang sampah sembarangan.
Baca juga:
- Mercure Jakarta Cikini Dukung Dua Anak dalam Program Stunting, Bawa Isu Kesehatan Lebih Dekat ke Komunitas
- Kombinasi Sempurna Bisnis dan Rekreasi: Menginap Nyaman di Mercure Jakarta Cikini
Ketika Olahraga Bertemu Aksi Lingkungan
Ada alasan mengapa plogging terasa cocok dilakukan di kawasan CFD. Aktivitas tersebut tidak membutuhkan venue khusus atau perlengkapan yang rumit.
Peserta cukup berjalan atau berlari dengan membawa sarung tangan dan wadah untuk sampah. Dalam satu aktivitas, mereka bisa mendapatkan manfaat dari bergerak secara fisik sekaligus melakukan aksi nyata terhadap lingkungan.
Kawasan CFD juga memberikan konteks yang menarik. Ruang publik yang biasanya digunakan untuk berolahraga dan bersosialisasi menjadi tempat bertemunya aktivitas rekreasi dengan kepedulian lingkungan.
Bagi peserta, setiap langkah menuju Bundaran HI menjadi bagian dari olahraga pagi. Namun, setiap botol plastik yang berhasil diambil juga menjadi kontribusi kecil untuk membuat ruang publik tetap nyaman digunakan bersama.
Sarapan Bersama Jadi Penutup
Setelah menyelesaikan rute plogging dan kembali ke titik awal, rangkaian kegiatan belum langsung berakhir.
Para peserta kemudian menikmati sarapan bersama sebelum melakukan sesi foto sebagai penutup. Momen tersebut menjadi ruang untuk beristirahat sekaligus merayakan aksi yang telah dilakukan bersama sejak pagi.
Bagi Mercure Jakarta Cikini dan Mercure Jakarta Sabang, kebersamaan menjadi salah satu bagian penting dari kegiatan World Cleanup Day tahun ini.
Kolaborasi dengan Warriors Action Nusantara juga menunjukkan bahwa kegiatan menjaga lingkungan dapat melibatkan berbagai pihak dengan latar belakang berbeda. Hotel, komunitas, karyawan, dan masyarakat dapat bertemu dalam satu aktivitas sederhana yang memiliki tujuan sama.
Jakarta Bersih Dimulai dari Kebiasaan
World Cleanup Day mungkin hanya berlangsung pada momentum tertentu. Namun, persoalan sampah di kota berlangsung setiap hari.
Karena itu, aksi plogging yang dilakukan Mercure Jakarta Cikini dan Mercure Jakarta Sabang membawa pesan yang lebih panjang dari sekadar satu pagi di kawasan CFD. Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membawa wadah yang dapat digunakan kembali, dan tidak meninggalkan sampah di ruang publik merupakan kebiasaan yang bisa dilakukan kapan saja.
Urbie’s, mungkin menjaga kota memang tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Kadang, cukup dari satu langkah, satu botol plastik yang dipungut, dan satu keputusan untuk tidak menambah sampah.
From Heartist to City—because a better city starts with a caring heart.




