Hi Urbie’s!, punya banyak aset ternyata tidak selalu berarti urusan keuangan menjadi lebih mudah. Ketika kekayaan berkembang, keputusan yang harus diambil juga semakin beragam, mulai dari menentukan strategi investasi, menjaga likuiditas, menyiapkan kebutuhan keluarga, hingga mengelola kepentingan bisnis dalam jangka panjang.

Situasi inilah yang membuat layanan pengelolaan kekayaan atau wealth management terus berkembang. Nasabah tidak lagi hanya mencari tempat untuk menyimpan uang atau membeli produk investasi, tetapi juga membutuhkan pendamping yang mampu memahami tujuan finansial mereka secara menyeluruh.

Melihat perubahan tersebut, OCBC memperkenalkan Premier One pada 20 Oktober 2026. Layanan ini ditujukan bagi nasabah high-net-worth yang memiliki kebutuhan pengelolaan kekayaan lebih kompleks, dengan pendekatan yang menitikberatkan pada kemudahan akses terhadap konsultasi, solusi investasi, serta manfaat gaya hidup.

Di balik peluncuran ini, ada satu hal menarik yang menjadi perhatian: semakin besar kekayaan seseorang, semakin penting pula layanan finansial yang mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan personalnya.

Nasabah Kaya Tak Cuma Membutuhkan Produk Investasi

Perubahan ekspektasi nasabah menjadi salah satu alasan layanan wealth management perlu menawarkan pendekatan yang lebih personal.

Berdasarkan OCBC 2026 Net Promoter Score Study, nasabah affluent yang merasa puas memiliki tingkat keterlibatan atau engagement 20% lebih tinggi dibandingkan mereka yang belum puas. Salah satu faktor yang memengaruhi kepuasan tersebut adalah keluasan solusi investasi yang bisa diakses.

Urbanvibes article banner

Kebutuhan terhadap pendampingan juga semakin terasa. Studi yang sama mencatat 75% investor affluent menginginkan saran yang disesuaikan dengan kondisi mereka, sedangkan 70% berharap penasihat keuangan memberikan pandangan secara proaktif tanpa harus selalu diminta.

Angka tersebut menggambarkan perubahan hubungan antara nasabah dan bank. Layanan finansial tidak cukup hanya tersedia ketika dibutuhkan, tetapi juga perlu memahami konteks di balik setiap keputusan keuangan.

“Bagi nasabah affluent, pengalaman yang baik dimulai ketika bank memahami keseluruhan konteks hidupnya, bukan hanya angka pada portofolio,” ujar Hayati Indah Putri, Customer Experience Head OCBC.

Menurutnya, personalisasi berarti memberikan akses yang mudah terhadap advisory, solusi perbankan, dan manfaat yang relevan dengan kebutuhan masing-masing nasabah.

Diversifikasi Investasi Jadi Tantangan Berikutnya

Menariknya, meningkatnya pengetahuan investor belum tentu diikuti dengan diversifikasi portofolio yang lebih luas.

Data industri yang disampaikan OCBC menunjukkan 59% profesional wealth management menilai nasabah Indonesia semakin memahami investasi. Namun, lebih dari 70% saldo tabungan dan investasi ritel masih ditempatkan pada deposito.

Kondisi ini memperlihatkan adanya ruang untuk memperkuat edukasi dan pendampingan investasi. Deposito dapat menjadi bagian dari strategi keuangan untuk kebutuhan tertentu, tetapi keputusan mengenai alokasi aset tetap perlu mempertimbangkan tujuan, jangka waktu, kebutuhan likuiditas, serta toleransi risiko setiap individu.

Diamond Stole, Wealth Management Advisory Head OCBC, menjelaskan bahwa tidak ada satu instrumen investasi yang dapat menjawab seluruh kebutuhan nasabah.

Karena itu, pendekatan wealth management perlu dimulai dengan memahami tujuan finansial, kemudian menerjemahkannya menjadi strategi portofolio yang sesuai. Ketersediaan berbagai produk saja tidak cukup jika nasabah belum memahami fungsi, risiko, dan relevansinya terhadap rencana keuangan mereka.

Premier One Menggabungkan Advisory, Investasi, dan Akses Regional

Melalui Premier One, OCBC menawarkan pendekatan yang berfokus pada tiga pilar utama.

Pertama, pendampingan personal melalui Senior Relationship Manager yang didukung Konsultan Investasi. Kedua, akses prioritas terhadap produk investasi pilihan dan wawasan finansial dari wealth panel sesuai profil serta kebutuhan nasabah. Ketiga, akses regional dan manfaat gaya hidup melalui jaringan OCBC di Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Hong Kong.

Stephanie M. Kristanto, Premier Banking Segment Head OCBC, mengatakan Premier One dirancang untuk menyatukan pendampingan ahli, akses terhadap solusi investasi, serta manfaat regional dan lifestyle dalam satu proposisi layanan.

Pendekatan ini relevan bagi nasabah yang memiliki kepentingan finansial lintas negara atau membutuhkan perencanaan yang melibatkan beberapa aspek kehidupan sekaligus.

Meski demikian, akses terhadap lebih banyak pilihan investasi bukan berarti setiap produk otomatis sesuai untuk semua orang. Profil risiko, tujuan investasi, kebutuhan likuiditas, biaya, dan pemahaman nasabah tetap menjadi pertimbangan penting sebelum mengambil keputusan.

Baca juga:

Secara global, kebutuhan terhadap pilihan investasi alternatif juga terlihat meningkat. Data yang dikutip OCBC menunjukkan 68% individu high-net-worth berencana meningkatkan eksposur terhadap private equity, tetapi hanya 17% yang menilai pengalaman advisory mereka sudah terintegrasi dan personal.

Temuan tersebut menyoroti tantangan industri: menyediakan produk merupakan satu hal, sedangkan membantu nasabah memahami dan menentukan pilihan yang tepat merupakan hal lain.

Pengalaman Finansial Kini Bersinggungan dengan Gaya Hidup

Hubungan antara bank dan nasabah juga semakin meluas di luar transaksi dan investasi.

Dalam data OCBC, Beyond Banking termasuk tiga faktor utama yang mendorong kepuasan nasabah. Sebanyak 42% nasabah high-net-worth menyatakan puas terhadap kemampuan OCBC dalam memberikan manfaat yang mendukung mobilitas, kesehatan, keluarga, dan kualitas hidup.

Dalam Premier One, manfaat tersebut mencakup akses ke OCBC Premier Lounge, program kartu, layanan premium airport pick-up, medical check-up di Indonesia maupun luar negeri, serta pengalaman eksklusif sesuai ketentuan yang berlaku.

OCBC juga menyertakan penawaran berupa travel voucher senilai Rp12 juta serta cashback hingga Rp21 juta bagi nasabah baru atau Rp20 juta bagi nasabah eksisting. Manfaat tersebut mengikuti segmentasi, periode program, dan syarat serta ketentuan yang berlaku.

Meski terlihat sebagai fasilitas tambahan, manfaat gaya hidup menunjukkan bagaimana layanan perbankan premium berusaha menyesuaikan diri dengan kebutuhan nasabah yang tidak selalu berkaitan langsung dengan pengelolaan portofolio.

Personalisasi Menjadi Arah Baru Wealth Management

Peluncuran Premier One memperlihatkan bahwa persaingan layanan wealth management semakin bergeser dari sekadar jumlah produk menuju kualitas pendampingan dan relevansi solusi.

Bagi nasabah dengan kebutuhan finansial yang kompleks, strategi mengembangkan kekayaan tidak bisa dilepaskan dari upaya melindungi aset, menjaga fleksibilitas keuangan, serta merencanakan kebutuhan keluarga dan bisnis.

Pada akhirnya, layanan yang personal bukan sekadar memberikan akses istimewa, melainkan membantu nasabah memahami pilihan yang tersedia dan konsekuensi dari setiap keputusan.

Urbie’s!, perkembangan ini juga menjadi pengingat bahwa pengelolaan kekayaan bukan hanya tentang seberapa besar aset yang dimiliki, tetapi bagaimana aset tersebut dikelola agar selaras dengan tujuan hidup. Sebab, strategi keuangan yang baik bukan selalu yang paling rumit, melainkan yang paling relevan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing individu.