Hi Urbie's! Film Forgotten Island mengajak penonton mengikuti kisah Jo dan Raissa, dua sahabat yang sudah dekat sejak kecil dan punya cara unik untuk menyimpan kenangan mereka.
Semuanya bermula ketika Jo saat masih anak-anak (Kailey Crawford) menceritakan kisah tentang Pulau Nakali dan sosok Manananggal di sekolah.
Saat seorang teman mengejek ceritanya, Jo terpancing emosi hingga berakhir di ruang kepala sekolah. Di sana, ia bertemu Raissa (Kayla Teruel) yang ternyata ikut mendapat masalah karena membelanya.
Pertemuan tersebut menjadi awal persahabatan mereka. Keduanya kemudian membuat gelang yang dihiasi berbagai benda kecil sebagai simbol kenangan yang mereka lalui bersama.
Jo dan Raissa Menghadapi Perpisahan
Seiring waktu, Jo (H.E.R) dan Raissa (Liza Soberano) tumbuh dewasa. Salah satu orang yang memperkuat rasa penasaran mereka terhadap Nakali adalah Lola Fatima (Dolly de Leon), nenek Jo, yang pernah mengunjungi pulau tersebut dan sering menceritakan pengalaman serta makhluk-makhluk misterius di sana.
Namun, persahabatan mereka mulai diuji ketika Raissa mengabarkan bahwa ia akan melanjutkan kuliah di CalTech. Artinya, mereka harus menjalani kehidupan di tempat yang berbeda.

Jo sebenarnya sedih, tetapi berusaha menyembunyikan perasaannya. Saat pesta perpisahan Raissa, Jo bahkan sengaja membuat keributan untuk menyelamatkan sahabatnya dari situasi canggung.
Malam itu, keduanya kemudian kabur menggunakan jeepney tua dan sepakat menghabiskan satu malam terakhir bersama.
Portal Misterius Terhubung ke Pulau Nakali
Petualangan mereka berubah total setelah Jo menemukan sebuah sand dollar ajaib. Benda tersebut ternyata merupakan portal menuju Nakali, pulau misterius yang selama ini hanya mereka kenal dari cerita Lola.
Karena rasa penasaran, Jo dan Raissa nekat melompat ke dalam portal. Keesokan harinya, mereka terbangun di dunia asing tanpa mengingat apa yang terjadi pada malam sebelumnya.
Situasinya semakin aneh ketika mereka menyadari bahwa Raissa kini memiliki sepasang sayap di punggungnya. Mereka kemudian bertemu Raww (Dave Franco), seekor were-aspin yang bisa berubah wujud tetapi kesulitan mengendalikan transformasinya.
Nakali Penuh Makhluk Mitologi Filipina
Di Nakali, Jo dan Raissa segera menyadari bahwa cerita Lola ternyata bukan dongeng belaka. Pulau itu dipenuhi berbagai makhluk dari mitologi Filipina, termasuk Tiyanak (Manny Jacinto), kaum Duwende (Ronny Chieng sebagai King Truffle Wuffle), kaum Kapre (Jo Koy sebagai datu), Kataw (Kevin McCann sebagai Mermahn), Batiba (Jenny Slate), dan Manananggal (Lea Salonga).
Mereka bahkan harus berhadapan dengan Manang, Manananggal yang ternyata merupakan pemilik asli sayap Raissa.
Dalam perjalanan mencari jalan pulang, mereka bertemu Batiba yang menawarkan bantuan. Namun, Batiba meminta gelang persahabatan mereka sebagai imbalan. Karena tidak rela kehilangan kenangan yang tersimpan di dalam gelang tersebut, Jo dan Raissa menolak dan memilih melanjutkan perjalanan bersama Raww.
Rahasia Batiba Mulai Terbongkar
Pencarian mereka kemudian membawa mereka bertemu Bungi, seekor Tiyanak yang memberi tahu bahwa benda bernama Jewel of the Sea telah dicuri oleh seorang raja Duwende.
Mereka pun pergi ke kerajaan Duwende untuk mencarinya. Namun, kenyataannya tidak seperti yang mereka bayangkan. Jewel of the Sea ternyata bukan sebuah permata, melainkan seorang Kataw bernama Mermahn.
Di tengah perjalanan, Raww mulai merasa tidak dianggap dan akhirnya kehilangan kendali. Jo mengikutinya dan keduanya berbicara tentang perasaan kesepian yang mereka alami.
Atas saran Raww, Jo kemudian membawa mereka ke sebuah desa Kapre, tempat mereka mendapat sambutan hangat sebelum kembali dikejar Manang.
Kenangan Persahabatan Menjadi Taruhan
Situasi berubah semakin rumit ketika mereka mengetahui bahwa Batiba ternyata menyimpan rahasia besar. Mermahn mengaku telah berbohong mengenai keberadaan sand dollar, sementara Raww mengungkap bahwa dirinya sebenarnya bekerja untuk Batiba.
Yang lebih mengejutkan, Batiba selama ini memakan kenangan manusia yang berhasil dipancing datang ke Nakali. Jo dan Raissa akhirnya ditangkap, sementara Raww dipancing pergi menggunakan sebuah tongkat hingga kembali ke wujud anjing.
Ketika Batiba menawarkan untuk mengembalikan kenangan mereka, Jo dan Raissa akhirnya mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada malam pertama mereka tiba di Nakali.
Memilih Pulang atau Kenangan
Terungkap bahwa setelah Raissa mengambil sayap Manang, Jo menyembunyikan sand dollar sehingga mereka tidak bisa pulang. Akibatnya, keduanya melupakan kejadian malam tersebut.
Raissa merasa dikhianati dan marah kepada Jo karena telah mengambil keputusan besar tanpa memberitahunya. Ia mengaku bahwa dirinya memang ingin pergi ke CalTech, lalu meninggalkan Jo untuk mencari sand dollar.
Namun, Manang kembali menyerang dan mengambil sayapnya. Jo berhasil menyelamatkan Raissa, tetapi sebelum mereka pulang, Jo mengungkap bahwa ia telah membuat kesepakatan lain dengan Batiba: menyerahkan gelang persahabatan mereka agar Raissa bisa kembali ke rumah.
Kini, keduanya harus berpisah dengan risiko kehilangan seluruh kenangan tentang persahabatan mereka.
Raissa Kembali ke Nakali untuk Selamatkan Jo
Sesampainya di rumah, Raissa ternyata belum bisa benar-benar melupakan Jo. Ia menambahkan sebuah hiasan terakhir pada gelang mereka, berupa sisa petasan dari pertemuan terakhir mereka.
Hiasan tersebut ternyata memungkinkan Raissa membuka kembali jalan menuju Nakali. Ia pun kembali ke pulau itu untuk menyelamatkan Jo.
Bersama Raww, yang akhirnya mampu mengendalikan perubahan wujudnya, Raissa menghadapi Batiba dan berusaha menemukan Jo sebelum seluruh kenangan sahabatnya lenyap.
Saat memasuki kenangan Jo yang perlahan menghilang, Raissa mengungkapkan bahwa Jo telah membantunya menjadi dirinya yang sekarang. Pengakuan tersebut akhirnya memperbaiki hubungan mereka.
Akhir Konflik di Nakali
Konflik dengan Manang pun mencapai puncaknya. Manang kembali menyerang, tetapi kali ini Raww, Bungi, dan Mermahn ikut membantu menghentikannya.
Ketika Manang berhadapan dengan Batiba, kenangan yang selama ini dicuri akhirnya dikembalikan. Manang pun berubah menjadi lebih tenang dan tidak lagi agresif.
Jo kemudian meyakinkan Batiba untuk berhenti mengambil kenangan orang lain dan mulai menciptakan kenangannya sendiri. Setelah berdamai dengan semua konflik, Jo dan Raissa akhirnya berhasil pulang.
Keduanya juga belajar bahwa persahabatan tidak selalu berarti harus terus berada di tempat yang sama. Terkadang, dua orang bisa mengambil jalan berbeda tanpa benar-benar kehilangan hubungan mereka.
Beberapa tahun kemudian, Jo tumbuh menjadi novelis grafis yang sukses dan mengunjungi Raissa di kampusnya. Pertemuan itu menjadi reuni dua sahabat yang pernah melewati petualangan luar biasa di Nakali.
Namun, ada satu hal yang membuat kisah mereka terasa belum benar-benar selesai: gelang persahabatan yang mereka buat sejak kecil ternyata masih memungkinkan keduanya kembali ke Nakali kapan saja.
Jadi, apakah petualangan Jo dan Raissa benar-benar sudah berakhir, atau justru masih ada rahasia lain yang menunggu mereka di pulau yang terlupakan itu?
Jawabannya bisa ditemukan saat Forgotten Island yang disutradarai sekaligus ditulis oleh Joel Crawford dan Januel Mercado ini tayang di bioskop Indonesia mulai 2 Oktober 2026.




