Hi Urbie’s! Dunia modest fashion terus menghadirkan eksplorasi desain yang memadukan kekayaan budaya dengan sentuhan modern. Salah satunya terlihat melalui koleksi Dynasty of Light karya Lina Sukijo yang ditampilkan dalam rangkaian IN2MOTION FEST x Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

Mengangkat kemegahan busana bangsawan masa lampau, koleksi ini menerjemahkan inspirasi sejarah dan budaya ke dalam rancangan yang lebih modern. Permainan siluet, material beragam, serta detail dekoratif menjadi elemen utama yang membangun karakter busana tanpa meninggalkan kesan anggun dan mewah.

Dynasty of Light Angkat Inspirasi Budaya Asia Tengah dan Eropa Timur

Koleksi Dynasty of Light berangkat dari kekayaan visual Asia Tengah dan Eropa Timur, khususnya arsitektur, ragam hias, serta seni tradisional dari kedua wilayah tersebut. Karakter arsitektur yang tegas dan ornamen dengan detail kaya kemudian diterjemahkan ke dalam bentuk, motif, dan komposisi busana.

Inspirasi budaya tersebut tidak diterapkan secara harfiah. Lina Sukijo mengolahnya kembali melalui pendekatan desain yang memberikan ruang bagi eksplorasi kreatif, sehingga karakter tradisional tetap terasa dalam tampilan yang lebih kontemporer.

Siluet A-line dan X-line menjadi bagian penting dalam koleksi ini, diwujudkan melalui long dress dan outerwear dengan permainan potongan serta teknik layering. Pendekatan tersebut menghasilkan volume dan struktur yang memperkuat kesan megah, tetapi tetap mempertahankan keseimbangan bentuk busana.

Perpaduan tradisi dan modernitas ini membuat Dynasty of Light menghadirkan interpretasi baru terhadap estetika busana bangsawan dalam konteks fashion masa kini.

Urbanvibes Ads banner Pullman Central Park Jakarta Hotel

Eksplorasi Tenun Bulu Sutera hingga Organza Hologram

Salah satu daya tarik koleksi Dynasty of Light terletak pada pemilihan material yang beragam. Lina Sukijo memadukan Kain Tenun Bulu Sutera dengan sequin lace, brocade, velvet, organza silk, organza hologram, dan jacquard untuk menciptakan karakter visual yang kaya.

Setiap material memiliki peran tersendiri dalam membangun tampilan busana. Brocade dan jacquard menghadirkan tekstur yang kaya, sementara velvet memberikan kedalaman warna. Di sisi lain, organza silk menciptakan kesan ringan dan transparan, sedangkan organza hologram memberikan pantulan cahaya yang terasa lebih modern.

Perbedaan karakter material tersebut dimanfaatkan untuk menghasilkan kontras antara tekstur, transparansi, dan kilau. Teknik layering turut memperkuat dimensi busana melalui perpaduan kain yang memiliki ketebalan dan karakter berbeda.

Material yang lebih berat dipadukan dengan kain ringan agar volume tetap terlihat megah tanpa membuat keseluruhan siluet kehilangan keseimbangan. Permainan lapisan ini juga memberikan ruang bagi kain untuk bergerak, sehingga busana tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki dimensi.

Warna Berani dengan Aksen Emas dan Perunggu

Dari segi warna, Dynasty of Light didominasi kuning, oranye, hijau, dan merah. Palet tersebut menghadirkan kesan berani dan ekspresif sekaligus memperkuat karakter kemewahan yang menjadi dasar koleksi.

Aksen metalik emas dan perunggu melengkapi palet warna tersebut dengan nuansa klasik yang identik dengan busana bangsawan. Sementara itu, penggunaan efek hologram memberikan sentuhan berbeda melalui pantulan cahaya yang lebih kontemporer.

Detail dekoratif juga menjadi elemen penting dalam setiap rancangan. Crystal beads, pleats, sequins, dan sulaman digunakan untuk memperkaya tampilan tanpa mengalihkan perhatian dari siluet maupun material utama.

Penempatan detail disesuaikan dengan karakter setiap busana. Crystal beads dan sequins menghadirkan kilau pada bagian tertentu, sedangkan pleats memberikan variasi bentuk dan gerak. Sulaman turut memperkuat motif sekaligus menambah kedalaman visual pada rancangan.

Baca Juga:

Hadirkan 10 Tampilan dengan Karakter Berbeda

Koleksi Dynasty of Light terdiri dari 10 tampilan, yaitu delapan model utama dan dua muse. Setiap tampilan memiliki karakter tersendiri melalui kombinasi siluet, material, motif, warna, dan detail dekoratif.

Sejumlah rancangan menonjolkan struktur serta volume, sementara tampilan lainnya lebih mengeksplorasi tekstur, motif, dan permainan kilau material. Meski memiliki pendekatan yang berbeda, seluruh rancangan tetap terhubung melalui inspirasi budaya Asia Tengah dan Eropa Timur serta nuansa kemewahan klasik.

Motif geometris yang tegas dan simetris dipadukan dengan motif flora yang lebih organik. Perpaduan tersebut menciptakan keseimbangan antara pola yang teratur dan detail yang lebih luwes. Penempatan motif juga disesuaikan dengan siluet serta karakter kain agar tetap menyatu dengan keseluruhan desain.

Tradisi dan Modernitas dalam Satu Koleksi

Nama Dynasty of Light merepresentasikan gagasan tentang kemegahan, cahaya, dan warisan yang terus berlanjut dari generasi ke generasi. Kata dynasty merujuk pada sejarah dan tradisi sebagai sumber inspirasi, sedangkan light menggambarkan kilau yang hadir melalui warna, material, dan detail busana.

Melalui koleksi ini, Lina Sukijo menunjukkan bagaimana unsur budaya dapat menjadi bagian dari proses pengembangan desain, bukan sekadar referensi visual. Inspirasi dari arsitektur, ragam hias tradisional, serta karakter material diterjemahkan menjadi rancangan yang memberikan ruang bagi eksplorasi bentuk dan tekstur.

Kehadiran Dynasty of Light dalam IN2MOTION FEST x JMFW 2026 turut memperlihatkan beragam pendekatan kreatif dalam perkembangan modest fashion Indonesia.

Buat Urbie’s yang tertarik dengan fashion bernuansa elegan, koleksi ini menawarkan perspektif menarik tentang bagaimana kemewahan klasik dapat diolah melalui material inovatif, warna ekspresif, dan teknik desain modern. Tradisi dan modernitas pun hadir berdampingan, membentuk interpretasi baru yang tetap menghargai kekayaan budaya sebagai sumber inspirasi.