Hi Urbie’s! Hotel kini bukan hanya menjadi tempat untuk beristirahat setelah seharian berwisata. Berbagai fasilitas, aktivitas komunitas, hingga lokasi strategis dapat memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan selama menginap. Melihat peluang tersebut, ARTOTEL Group mengembangkan konsep pengalaman menginap yang lebih aktif melalui pengelolaan Wyndham Garden dan Ramada di Jalan Magelang Kilometer 14, Sleman, Yogyakarta.
Kedua properti ini memiliki potensi untuk menjangkau pasar yang lebih luas melalui optimalisasi fasilitas hotel, termasuk area olahraga dan skatepark. Kehadiran fasilitas tersebut membuka peluang bagi hotel untuk menjadi ruang aktivitas bagi tamu, komunitas, hingga masyarakat yang ingin menikmati pengalaman berbeda di luar rutinitas menginap.
Strategi pengembangan ini dipaparkan dalam konferensi pers yang dihadiri Director of Marketing & Communication ARTOTEL Group Yulia Maria, General Manager Wyndham Garden dan Ramada Eduard Rudolf Pangkarego, serta COO ARTOTEL Group Erik R. Tumbelaka.
Skatepark Hotel Jadi Ruang Aktivitas Komunitas
Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian dalam pengembangan Wyndham Garden dan Ramada adalah skatepark. Area ini berpotensi menjadi ruang berkumpul bagi komunitas skateboard sekaligus membuka kesempatan bagi hotel untuk menghadirkan kegiatan yang melibatkan masyarakat sekitar.
Alih-alih hanya berfokus pada kebutuhan tamu yang menginap, pengelola berupaya memahami karakter dan kebutuhan komunitas terlebih dahulu. Pendekatan ini dapat menjadi dasar untuk mengembangkan berbagai aktivitas, termasuk kemungkinan penyelenggaraan acara maupun kompetisi olahraga.
Kehadiran skatepark juga memberikan peluang bagi hotel untuk memperkenalkan fasilitasnya kepada audiens yang lebih beragam. Dengan begitu, hotel tidak hanya dikenal sebagai tempat bermalam, tetapi juga sebagai destinasi untuk beraktivitas dan membangun interaksi sosial.

Bagi Urbie’s yang menyukai olahraga atau kegiatan komunitas, konsep ini menunjukkan bagaimana fasilitas hotel dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan pengalaman yang lebih dekat dengan gaya hidup masyarakat.

Lokasi Strategis untuk Menjelajahi Yogyakarta hingga Borobudur
Selain fasilitas, lokasi menjadi bagian penting dalam strategi pengembangan Wyndham Garden dan Ramada. Berada di Jalan Magelang Kilometer 14, Sleman, kedua hotel memiliki posisi yang dapat dimanfaatkan wisatawan untuk menjelajahi Yogyakarta dan kawasan sekitarnya.
Lokasi tersebut juga dapat menjadi pertimbangan bagi wisatawan yang ingin melanjutkan perjalanan menuju Magelang, termasuk kawasan Candi Borobudur. Dengan menjadikan hotel sebagai titik singgah, wisatawan memiliki kesempatan untuk beristirahat, menikmati fasilitas yang tersedia, kemudian melanjutkan perjalanan sesuai agenda liburan.
COO ARTOTEL Group, Erik R. Tumbelaka, menjelaskan bahwa posisi kedua properti tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan wisatawan yang memiliki beragam tujuan perjalanan.
Pendekatan ini membuat pengalaman menginap tidak hanya berpusat pada kamar dan fasilitas hotel, tetapi juga pada kemudahan wisatawan dalam menyusun perjalanan ke berbagai destinasi.
Potensi pasar Wyndham Garden dan Ramada juga berasal dari beragam agenda di Yogyakarta dan sekitarnya. Kegiatan pemerintahan, aktivitas akademi militer, wisuda, acara olahraga, hingga kegiatan budaya menjadi sejumlah peluang yang dapat mendukung kebutuhan akomodasi.
Baca Juga:
- Artotel Group Perkenalkan Konsep Dining Ramah Lingkungan Lewat “Rebellious Hunger”
- Staycation di Wonosobo Makin Menarik, ARTOTEL Wanasaba Hadir dengan Galeri Seni dan Rooftop Lounge
ARTOTEL Group Kembangkan Pengelolaan Hotel yang Fleksibel
Di balik pengembangan pengalaman wisata tersebut, ARTOTEL Group turut menjalankan model pengelolaan hotel melalui skema hotel management. Dalam model ini, pemilik tetap memiliki aset properti, sedangkan operasional hotel ditangani oleh operator berdasarkan kesepakatan kerja sama.
Cakupan pengelolaan dapat meliputi pelayanan tamu, pemasaran, penjualan, hingga penerapan standar operasional. Melalui dukungan operator profesional, pengelolaan hotel dapat disesuaikan dengan karakter pasar dan kebutuhan masing-masing properti.
Model ini juga memungkinkan pemilik mempertahankan identitas merek properti, sementara aktivitas operasional sehari-hari dijalankan oleh tim pengelola.
Bagi ARTOTEL Group, fleksibilitas tersebut menjadi salah satu pendekatan untuk mengembangkan potensi hotel secara lebih optimal, termasuk melalui pemanfaatan fasilitas dan peluang pasar di sekitar lokasi.

Hotel Jadi Bagian dari Pengalaman Wisata
Pengembangan Wyndham Garden dan Ramada memperlihatkan bahwa strategi perhotelan tidak hanya berkaitan dengan tingkat hunian kamar. Fasilitas, aktivitas komunitas, lokasi, serta keterhubungan dengan destinasi wisata turut menjadi bagian dari upaya menjangkau kebutuhan wisatawan yang semakin beragam.
Yogyakarta, Sleman, hingga Magelang memiliki beragam pilihan tujuan perjalanan yang dapat dikombinasikan dengan pengalaman menginap. Dalam konteks tersebut, hotel dapat mengambil peran sebagai tempat beristirahat sekaligus titik awal untuk mengeksplorasi destinasi di sekitarnya.
Optimalisasi fasilitas olahraga, pengembangan kegiatan komunitas, serta peluang kolaborasi menjadi bagian dari pendekatan yang akan terus dikembangkan ARTOTEL Group sesuai kebutuhan pasar.
Bagi Urbie’s yang merencanakan perjalanan ke Yogyakarta, konsep ini bisa menjadi perspektif baru dalam memilih akomodasi. Bukan hanya mempertimbangkan kenyamanan kamar, tetapi juga fasilitas yang dapat dinikmati, aktivitas yang tersedia, dan kemudahan menjangkau destinasi wisata selama perjalanan. (Ima)




